Liga Eropa sudah dimulai. Seperti biasa, para penggemar sepak bola di Indonesia harus rela tidak tidur hingga menjelang pagi bila ingin menonton siaran langsungnya.
Bagi sebagian orang hal ini sulit dilakukan, misalnya bila pada pagi harinya orang tersebut harus mengerjakan hal lain yang membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Bagaimana mengakalinya? Salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai kompensasinya adalah merekam siaran langsung tersebut dan menontonya di kemudian waktu. Cara yang paling umum digunakan untuk merekam siaran langsung ini adalah menggunan Video Cassette Recorder VCR . Sayangnya saat ini VCR sudah kurang populer untuk dimiliki. Bagi yang tidak memiliki VCR, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk merekam
siaran langsung tersebut. Salah satunya adalah menggunakan PC. Yang umum adalah menggunakan PC yang memiliki TV Tuner di dalamnya. Untuk mereka yang tidak memiliki TV Tuner, PC masih bisa digunakan sebagai pengganti VCR, hanya saja ada syarat syarat yang harus dipenuhi. Pertama adalah tersedianya fasilitas video in beserta audio in tentunya pada PC tersebut. Fasilitas video in ini kadang tersedia pada kartu grafis yang digunakan. Bila memiliki capture card, fasilitas video in ini juga harusnya tersedia. Kedua adalah adanya sumber lain selain PC yang memiliki tuner dan video out beserta audio out tentunya . Sebagian TV bisa digunakan sebagai sumber lain tersebut. TV tentu saja memiliki tuner, namun tidak semua TV memiliki fasilitas video out. Bila TV yang tersedia memiliki fasilitas video out, pastikan bahwa video out ini bisa digunakan untuk memonitor siaran TV yang ditonton. Bila memiliki VCR namun kemampuan merekamnya sudah rusak tuner dan video out masih bagus , VCR ini bisa digunakan sebagai sumber luar tersebut.
Bagaimana Caranya? Bila syarat syarat itu dipenuhi, Anda tinggal menghubungkan video out dan audio out pada TV ke video in dan audio in pada PC. Pada TV, video akan berwarna kuning, sementara audio akan berwarna putih bisa juga hitam dan merah. Bila TV yang digunakan adalah mono 100 mono , tidak akan ada warna merah. Pastikan yang digunakan adalah out bukan in. Pada PC, video in tadi akan berada pada kartu grafis atau capture card yang digunakan, sementara audio in umumnya akan berada pada kartu suara. Pastikan juga Anda menggunakan kabel yang sesuai. Untuk video biasanya bisa menggunakan RCA ke RCA, sementara untuk audio biasanya menggunakan RCA stereo ke mini jack 3,5mm stereo . Bila koneksi sudah benar, aktifkanlah software capture yang Anda miliki. Software capture ini biasanya sudah disertakan pada paket penjualan dari hardware PC yang memiliki video in tersebut. Kemudian pilihlah sumber yang ingin di capture, dalam hal ini nama yang umum diberikan adalah composite. Bila TV sudah dinyalakan akan terlihat tampilan yang sama dengan yang ada pada TV. Selanjutnya Anda tinggal merekam siaran langsung yang Anda inginkan itu. Sebagian software akan membolehkan Anda untuk mulai merekam secara otomatis pada jam yang sudah ditentukan. Jangan lupa bila fitur ini digunakan, TV juga harus menyala pada saat perekaman tersebut. Bila TV yang digunakan memiliki wake up timer, manfaatkan juga fitur ini. Bila tidak memiliki fitur ini, TV dihidupkan saja terus.
Bagi sebagian orang hal ini sulit dilakukan, misalnya bila pada pagi harinya orang tersebut harus mengerjakan hal lain yang membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Bagaimana mengakalinya? Salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai kompensasinya adalah merekam siaran langsung tersebut dan menontonya di kemudian waktu. Cara yang paling umum digunakan untuk merekam siaran langsung ini adalah menggunan Video Cassette Recorder VCR . Sayangnya saat ini VCR sudah kurang populer untuk dimiliki. Bagi yang tidak memiliki VCR, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk merekam
siaran langsung tersebut. Salah satunya adalah menggunakan PC. Yang umum adalah menggunakan PC yang memiliki TV Tuner di dalamnya. Untuk mereka yang tidak memiliki TV Tuner, PC masih bisa digunakan sebagai pengganti VCR, hanya saja ada syarat syarat yang harus dipenuhi. Pertama adalah tersedianya fasilitas video in beserta audio in tentunya pada PC tersebut. Fasilitas video in ini kadang tersedia pada kartu grafis yang digunakan. Bila memiliki capture card, fasilitas video in ini juga harusnya tersedia. Kedua adalah adanya sumber lain selain PC yang memiliki tuner dan video out beserta audio out tentunya . Sebagian TV bisa digunakan sebagai sumber lain tersebut. TV tentu saja memiliki tuner, namun tidak semua TV memiliki fasilitas video out. Bila TV yang tersedia memiliki fasilitas video out, pastikan bahwa video out ini bisa digunakan untuk memonitor siaran TV yang ditonton. Bila memiliki VCR namun kemampuan merekamnya sudah rusak tuner dan video out masih bagus , VCR ini bisa digunakan sebagai sumber luar tersebut.
Bagaimana Caranya? Bila syarat syarat itu dipenuhi, Anda tinggal menghubungkan video out dan audio out pada TV ke video in dan audio in pada PC. Pada TV, video akan berwarna kuning, sementara audio akan berwarna putih bisa juga hitam dan merah. Bila TV yang digunakan adalah mono 100 mono , tidak akan ada warna merah. Pastikan yang digunakan adalah out bukan in. Pada PC, video in tadi akan berada pada kartu grafis atau capture card yang digunakan, sementara audio in umumnya akan berada pada kartu suara. Pastikan juga Anda menggunakan kabel yang sesuai. Untuk video biasanya bisa menggunakan RCA ke RCA, sementara untuk audio biasanya menggunakan RCA stereo ke mini jack 3,5mm stereo . Bila koneksi sudah benar, aktifkanlah software capture yang Anda miliki. Software capture ini biasanya sudah disertakan pada paket penjualan dari hardware PC yang memiliki video in tersebut. Kemudian pilihlah sumber yang ingin di capture, dalam hal ini nama yang umum diberikan adalah composite. Bila TV sudah dinyalakan akan terlihat tampilan yang sama dengan yang ada pada TV. Selanjutnya Anda tinggal merekam siaran langsung yang Anda inginkan itu. Sebagian software akan membolehkan Anda untuk mulai merekam secara otomatis pada jam yang sudah ditentukan. Jangan lupa bila fitur ini digunakan, TV juga harus menyala pada saat perekaman tersebut. Bila TV yang digunakan memiliki wake up timer, manfaatkan juga fitur ini. Bila tidak memiliki fitur ini, TV dihidupkan saja terus.